
Batampedia.com,. Batam – Persoalan sampah di Kota Batam kembali menjadi perhatian masyarakat. Di tengah besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang mencapai lebih dari Rp4 triliun, sejumlah warga masih mengeluhkan keterlambatan pengangkutan sampah di beberapa kawasan permukiman.
Pemuda masyarakat Kota Batam, M. Andi Saputra, menilai persoalan sampah tidak boleh dianggap sebagai masalah biasa karena berkaitan langsung dengan kualitas pelayanan publik, kesehatan masyarakat, dan citra Batam sebagai kota industri serta investasi.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya menilai keberhasilan pembangunan dari proyek-proyek besar yang terlihat secara fisik, tetapi juga dari pelayanan dasar yang mereka rasakan setiap hari.
“Sampah adalah persoalan yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Ketika pengangkutan sampah terlambat dan tumpukan sampah mulai terlihat di lingkungan perumahan, maka yang terdampak langsung adalah warga. Karena itu persoalan ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” ujar M. Andi Saputra, Senin (29/6/2026).
Andi mengatakan, dengan APBD Kota Batam yang mencapai sekitar Rp4,29 triliun pada tahun anggaran 2026, masyarakat tentu berharap berbagai layanan dasar dapat berjalan secara optimal, termasuk pengelolaan kebersihan lingkungan.
Menurutnya, transparansi penggunaan anggaran perlu terus diperkuat agar masyarakat dapat mengetahui sejauh mana program-program yang telah dibiayai APBD memberikan dampak nyata bagi kehidupan warga.
“Masyarakat tidak hanya ingin mengetahui berapa besar anggaran yang dialokasikan, tetapi juga ingin melihat hasilnya. Apakah pelayanan semakin baik? Apakah persoalan sampah berkurang? Apakah lingkungan menjadi lebih bersih? Itu yang menjadi ukuran masyarakat.”
Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan untuk menyalahkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan Kota Batam.
“Kita semua ingin Batam semakin maju. Karena itu evaluasi harus dilakukan secara berkelanjutan. Pemerintah perlu memastikan armada pengangkutan sampah, jadwal pelayanan, dan sistem pengelolaan sampah berjalan efektif sehingga keluhan masyarakat dapat diminimalisir.”
Selain itu, Andi juga mendorong adanya keterbukaan informasi mengenai target, capaian, dan penggunaan anggaran pada sektor kebersihan dan lingkungan hidup agar masyarakat dapat ikut mengawasi serta memberikan masukan secara konstruktif.
“Transparansi akan memperkuat kepercayaan publik. Ketika masyarakat mengetahui program yang dijalankan dan hasil yang dicapai, maka akan tercipta kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan kota.”
Sebagai kota yang terus berkembang dan menjadi salah satu pusat investasi nasional, Andi berharap Batam mampu menghadirkan pelayanan publik yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang terjadi.
“Kemajuan kota tidak hanya diukur dari gedung yang berdiri atau investasi yang masuk, tetapi juga dari seberapa nyaman masyarakat tinggal di dalamnya. Lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata adalah salah satu indikator keberhasilan pembangunan yang harus terus dijaga bersama.”