
Batampedia.com., Batam – Kalangan mahasiswa dan pemuda Batam meminta DPRD Batam memperkuat fungsi pengawasan terhadap sejumlah persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat, mulai dari stabilitas harga pangan, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Hal itu disampaikan perwakilan Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Kepulauan Riau dalam audiensi bersama DPRD Batam, Rabu (17/6).
Ketua DPD GPN Kepri, Firmanda, mengatakan penyampaian aspirasi tersebut merupakan bentuk kepedulian pemuda terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Menurutnya, Batam sebagai daerah strategis yang berbatasan dengan negara maju masih menghadapi tantangan terkait harga kebutuhan pokok.
Ia meminta pemerintah daerah memastikan harga pangan tetap stabil dan terjangkau agar tidak menekan daya beli masyarakat. Selain isu pangan, GPN juga menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Perwakilan GPN, Ari Sarpanda, meminta DPRD Batam mengawasi program tersebut secara menyeluruh, termasuk keamanan pangan, kualitas pengelola, serta sumber daya manusia yang terlibat.
“Kami berharap pengawasan dilakukan sejak awal agar program berjalan tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujar Ari.
GPN juga meminta perhatian terhadap pelaksanaan Koperasi Desa (Kopdes). Mereka menilai program tersebut perlu diawasi agar berjalan transparan, efektif, dan benar-benar mampu memperkuat ekonomi masyarakat. Mereka juga meminta kejelasan terkait sejumlah informasi mengenai mekanisme pengelolaan koperasi.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua DPRD Batam Muhammad Kamaluddin menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti masukan mahasiswa dan pemuda.
DPRD akan mendorong Komisi II berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait perkembangan harga kebutuhan pokok, BBM, serta pelaksanaan program koperasi.
Kamaluddin menyampaikan DPRD terbuka terhadap keterlibatan mahasiswa dan organisasi kepemudaan dalam pengawasan sosial. Menurutnya, partisipasi publik penting agar setiap program pemerintah berjalan transparan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Audiensi tersebut ditutup dengan komitmen mahasiswa dan pemuda untuk terus mengawal isu pangan, MBG, dan Koperasi Desa sebagai bagian dari upaya menjaga kepentingan masyarakat Batam.