
Batampedia.com, Batam – Koordinator Wilayah Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Wilayah XIII Kepri, Riau, Sumbar, Paulus Banjarnahor mendesak aparat penegak hukum melakukan pengembangan terhadap perkara kematian Bripda Natanael Simanungkalit menyusul munculnya sejumlah fakta baru dalam persidangan.
GMKI menilai proses hukum tidak boleh berhenti hanya pada empat terdakwa apabila dalam persidangan ditemukan fakta, keterangan saksi, komunikasi, atau alat bukti lain yang mengarah pada keterlibatan pihak berbeda dalam rangkaian peristiwa tersebut.
Nama Timothy Manasir Sinulingga dan Yosep turut menjadi perhatian karena disebut dalam rangkaian informasi dan komunikasi yang muncul dalam persidangan.
GMKI menegaskan bahwa hal tersebut tidak serta-merta membuktikan keduanya terlibat tindak pidana. Namun, fakta tersebut harus didalami secara objektif dan dikaitkan dengan alat bukti lainnya.
Karena itu, GMKI meminta Polda Kepri dan Kejaksaan menjelaskan sejauh mana pemeriksaan terhadap Timothy dan Yosep telah dilakukan serta apakah seluruh informasi mengenai keduanya telah menjadi bagian dari pendalaman perkara.
GMKI juga mendorong penyidik untuk membuka kemungkinan pengembangan perkara dan penetapan tersangka baru, apabila dari hasil penyidikan ditemukan sekurang-kurangnya alat bukti yang memenuhi ketentuan hukum.
“Prinsipnya jelas, siapa pun yang tidak terlibat harus dilindungi dari tuduhan, tetapi siapa pun yang berdasarkan alat bukti terbukti memiliki peran dalam tindak pidana harus diproses tanpa pandang bulu.,” Tutur Paulus Banjarnahor
GMKI tidak meminta aparat menetapkan tersangka berdasarkan tekanan publik. GMKI meminta aparat mengikuti setiap fakta dan alat bukti ke mana pun arahnya.
Jika pengembangan perkara menunjukkan tidak adanya keterlibatan pihak lain, maka hal tersebut juga harus dijelaskan secara terbuka kepada publik.
Namun apabila ditemukan bukti baru yang memenuhi unsur pidana, maka tidak boleh ada alasan untuk menghentikan pengembangan perkara hanya karena telah terdapat empat terdakwa.
“Kematian Bripda Natanael harus diungkap secara utuh. Hukum jangan berhenti pada siapa yang berada di depan, tetapi pastikan seluruh rantai peristiwa, perintah, komunikasi, dan pihak yang bertanggung jawab diperiksa secara menyeluruh.,” ujarnya